Perluasan Warung MRANTASI di Yogyakarta bantu stabilkan harga sembako, dukung pengendalian inflasi, dan perkuat pasokan kebutuhan pokok di pasar-pasar utama. Foto : Istimewa

Perluas Warung MRANTASI, Pemkot Yogyakarta Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Harga Sembako Stabil

MANTRIJERON, katalisinfo.com – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali memperluas Program Warung Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah kenaikan permintaan. Perluasan ini diresmikan pada Rabu (3/12) oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, di Pasar Prawirotaman.

Langkah ini menandai komitmen pedagang pasar untuk berperan aktif mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Yogyakarta.

Peresmian Warung MRANTASI milik Sri Widodo di Pasar Prawirotaman menjadi simbol penambahan titik layanan baru. Program yang sebelumnya berjalan di Pasar Beringharjo dengan 25 pedagang, kini meluas berkat kerja sama Pemkot Yogyakarta, Bank Indonesia, Bank BPD DIY, Bulog, dan para distributor.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani, serta pedagang yang ikut terlibat dalam jaringan MRANTASI, termasuk Sri Widodo sebagai pemilik warung yang baru diresmikan.

Selain Beringharjo, Warung MRANTASI kini hadir di tiga pasar lain: Prawirotaman, Sentul, dan Kranggan. Total titik layanan bertambah menjadi 85 warung, dengan rincian 37 kios di Prawirotaman, 11 di Sentul, dan 11 di Kranggan.

Wali Kota Hasto menegaskan bahwa pengendalian inflasi adalah agenda strategis daerah. Yogyakarta bukan daerah produsen pangan, sehingga pasokan dari daerah sekitar seperti Bantul dan Sleman sangat menentukan. Dengan jumlah wisatawan yang tinggi, kebutuhan pangan pun meningkat, sehingga stabilitas harga harus ditopang pasokan yang cukup.

Kerja sama antardaerah dilakukan secara business to business (B2B) agar pasokan pangan tetap aman. Jika kebutuhan meningkat, kerja sama akan diperluas ke daerah penyangga lainnya.

Warung MRANTASI menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung, dan lainnya dengan harga sesuai HET. Harga sembako menjadi lebih stabil karena barang diperoleh langsung melalui operasi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan, Veronica Ambar, mengatakan bahwa stok beras masih aman tanpa perlu impor. Program ini juga menjadi edukasi bagi pedagang agar tetap menjaga harga terjangkau bagi masyarakat.

Sri Widodo, salah satu pemilik Warung MRANTASI di Pasar Prawirotaman, mengaku sangat terbantu oleh program ini. Ia mengatakan bahwa pasokan barang mudah didapatkan dengan harga lebih murah sehingga harga jual kepada konsumen bisa ditekan. Menurutnya, hal ini membuat pembeli semakin tertarik berbelanja karena harga lebih bersahabat.

Sumber : warta.jogjakota.go.id

About KatalisInfo

Check Also

B’FOS Bojonegoro Jadi Jembatan Petani dan Konsumen, Inovasi Pemasaran di CFD

Bojonegoro, Voicejogja.com – Inovasi pemasaran pertanian hadir lebih dekat ke masyarakat. Lewat B’FOS, petani Bojonegoro …