Jakarta, katalisinfo.com — Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dilanda banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Jakarta, Kamis (11/12).
Menteri Dody menjelaskan bahwa Kementerian PU telah mengerahkan 310 personel yang terdiri dari satuan Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya untuk merespons cepat kondisi darurat, melakukan inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan daerah. Upaya tersebut diperkuat dengan 298 unit alat berat, 121 alat pendukung, serta 3.727 unit material darurat yang dikirim ke seluruh titik terdampak. Alat-alat tersebut digunakan untuk membersihkan longsoran, memulihkan alur sungai, memperbaiki badan jalan, hingga memasang jembatan bailey guna membuka kembali konektivitas antarwilayah.
Hingga 10 Desember 2025, tercatat 1.355 titik terdampak di tiga provinsi, mencakup banjir, longsor, jembatan putus, hingga kerusakan jalan nasional. Kerusakan pada infrastruktur Bina Marga meliputi 76 ruas jalan nasional sepanjang 2.058 kilometer, 31 jembatan nasional sepanjang 2.537 meter, serta 108 ruas jalan daerah dan 49 jembatan daerah. Enam ruas jalan tol juga terdampak cuaca ekstrem, meski kini seluruhnya telah kembali beroperasi normal kecuali Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi.
Pada sektor sumber daya air, Kementerian PU mencatat kerusakan di 127 sungai, 13 bendung, 4 jaringan irigasi, 1 tanggul, 3 checkdam, 2 dermaga jetty, serta 11 fasilitas air baku. Di sektor Cipta Karya, 85 SPAM dan IPA serta 143 lokasi infrastruktur berbasis masyarakat turut terdampak. Kerusakan juga meluas ke fasilitas strategis seperti 973 sekolah, 562 madrasah, 53 pasar, 212 pondok pesantren, 308 fasilitas kesehatan, 29 kantor, dan 360 rumah ibadah.
Menteri Dody mengungkapkan bahwa estimasi kebutuhan anggaran penanganan di tiga provinsi mencapai Rp51,82 triliun, terdiri dari Rp2,72 triliun untuk tanggap darurat dan Rp49,10 triliun untuk rehabilitasi serta rekonstruksi. Ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi untuk mempercepat pemulihan dan memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses layanan dasar serta mobilitas yang aman.
Sumber : pu.go.id
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya