JAKARTA, katalisinfo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, guna memperkuat peran Masjid Istiqlal sebagai pusat ibadah, pendidikan, kemanusiaan, dan perdamaian lintas bangsa. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa 30 Desember 2025.
Dalam audiensi tersebut, Menag menegaskan bahwa Masjid Istiqlal sejak awal dibangun dengan semangat inklusivitas dan persatuan. Ia mengingatkan bahwa arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang arsitek non-muslim, yang karyanya menjadi simbol kuat persaudaraan dan kebangsaan Indonesia.
Menurut Menag, Masjid Istiqlal tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemberdayaan umat. Berbagai program sosial dan ekonomi dijalankan, termasuk penyediaan ruang bagi pelaku UMKM serta kegiatan kemanusiaan. Di bidang pendidikan, Masjid Istiqlal mengelola lembaga berjenjang mulai dari RA hingga program doktoral.
Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal atau PKUMI yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Selain itu, Masjid Istiqlal juga menjalin kolaborasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pembangunan masjid di kawasan Amerika Latin yang berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus ruang kemanusiaan.
Menag menekankan bahwa masjid di masa depan harus menjadi ruang dialog dan solusi atas persoalan global. Ia pun membuka peluang kerja sama kebudayaan dan literasi internasional dengan negara sahabat, termasuk Jerman, melalui penyediaan ruang informasi dan pertukaran pengetahuan di lingkungan Masjid Istiqlal.
Duta Besar Jerman Ralf Beste menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara yang memiliki peran strategis dalam merawat perdamaian di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia. Menurutnya, Istiqlal menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dikelola menjadi harmoni.
Ralf Beste juga menegaskan komitmen Jerman dalam menghormati kebebasan beragama warga Indonesia yang tinggal di negaranya, termasuk dalam menjalankan ibadah Ramadhan dan praktik keagamaan sehari-hari.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama Indonesia dan Jerman berbasis nilai keagamaan, kebudayaan, pendidikan, dan kemanusiaan, dengan Masjid Istiqlal sebagai simpul penting dialog dan perdamaian global.
Sumber : kemenag.go.id
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya