Kementerian PU mempercepat pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Tujuh blok untuk 84 KK ditargetkan rampung pada 10 Januari 2026. foto: Dok PU

Kementerian PU Kebut Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok untuk 84 KK Rampung 10 Januari 2026

Katalisinfo.com, Aceh – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Hingga awal Januari 2026, progres pembangunan huntara telah mencapai sekitar 75 persen.

Sebanyak tujuh blok bangunan huntara dijadwalkan selesai pada Sabtu, 10 Januari 2026. Hunian ini disiapkan untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang sebelumnya harus bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen penuh kementeriannya dalam mendukung penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami berkomitmen mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” ujar Dody.

Pembangunan huntara berlokasi di Gampong Bundar, Aceh Tamiang, dan dirancang terdiri atas tujuh blok bangunan modular. Setiap blok memiliki kapasitas 12 kepala keluarga (KK). Dari total tujuh blok, satu blok sementara difungsikan sebagai area penyimpanan material karena berada di bagian depan lokasi dan berbatasan langsung dengan jalan.

Secara keseluruhan, kawasan huntara ini disiapkan untuk menampung sekitar 84 KK atau sekitar 336 jiwa dalam satu lokasi terpusat. Setiap blok dapat dihuni hingga 48 orang, sehingga warga dapat tinggal lebih tertata dan aman selama masa pemulihan.

Untuk menunjang kebutuhan dasar penghuni, kawasan huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sistem sanitasi.

Dari sisi teknis, huntara dibangun menggunakan sistem bangunan modular dengan rangka baja ringan. Desain ini dipilih karena dinilai kuat, cepat dibangun, dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni. Tahapan pekerjaan mencakup pembangunan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding dan atap baja ringan, hingga pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Pembangunan huntara Aceh Tamiang menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang lebih manusiawi. Dengan tersedianya hunian sementara ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani masa pemulihan dengan kondisi yang lebih baik dan aman.

sumber: PU

About KatalisInfo

Check Also

Bali United vs Malut United: Waspadai Teppei Yachida, Laga Krusial Pekan 28 BRI Super League

Katalisinfo.com, GIANYAR – Laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 antara Bali United FC melawan …