Wagub Gorontalo Idah Syahidah mengingatkan mahasiswa hukum bahwa korupsi bisa berawal dari hal sepele saat HARKODIA di Bone Bolango. Foto : Diskominfotik/Nova.

Wagub Gorontalo Ingatkan Mahasiswa Hukum: Korupsi Bisa Berawal dari Hal Sepele

BONE BOLANGO, katalisinfo— Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya pemahaman mendalam mengenai risiko serta konsekuensi hukum tindak pidana korupsi di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa hukum sebagai calon penegak hukum masa depan.

Penegasan tersebut disampaikan Idah saat membuka peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (HARKODIA) yang diselenggarakan Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo di Bumi Cerah Bulontalangi, Kabupaten Bone Bolango.

Dalam sambutannya, Wagub mengajak mahasiswa melihat korupsi secara lebih luas, tidak semata-mata sebagai kejahatan bernilai miliaran atau triliunan rupiah. Menurutnya, praktik korupsi kerap berawal dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, seperti kelalaian, kesalahan administrasi, hingga penyalahgunaan kewenangan.

“Korupsi bisa menjerat siapa saja, dari pejabat tinggi hingga aparatur di tingkat desa. Ini menunjukkan bahwa korupsi tidak memandang jabatan atau latar belakang,” ujar Idah di hadapan peserta HARKODIA.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Gorontalo itu juga menekankan bahwa sifat religius, kepandaian, maupun citra baik di masyarakat tidak otomatis membuat seseorang kebal dari jerat korupsi. Menurutnya, ketika integritas dan iman tidak dijaga dengan kuat, peluang untuk menyalahgunakan kekuasaan dapat muncul.

“Ketika ada kesempatan dan integritas serta iman tidak kuat, maka keinginan untuk memperkaya diri sendiri dapat muncul dan menjadi awal terjadinya korupsi,” jelasnya.

Idah menyinggung fenomena yang kerap mengejutkan publik, yakni ketika figur yang dikenal santun dan berintegritas justru terseret kasus korupsi. Berbekal pengalamannya di dunia politik, ia bersyukur dapat menjaga diri dan keluarganya, termasuk sang suami yang merupakan mantan Gubernur Gorontalo dua periode, dari praktik-praktik yang melanggar hukum.

Ia pun menyoroti peran strategis perempuan, terutama dalam lingkungan keluarga, sebagai benteng pertama penanaman nilai integritas. “Kita bisa saling mengingatkan agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” tuturnya.

Di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, Idah berpesan agar mereka serius mendalami ilmu hukum beserta risiko profesi yang akan dihadapi. Pemahaman komprehensif tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bersih dan berintegritas.

Sebagai bentuk pendekatan personal dan apresiasi, Wagub Gorontalo juga membagikan makanan khas Mie Godok yang dibawanya sendiri untuk dinikmati para mahasiswa dan perwakilan dosen yang hadir.

Kegiatan HARKODIA ini merupakan agenda rutin Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo sebagai upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, sekaligus membangun kesadaran kolektif mahasiswa akan bahaya serta dampak luas praktik korupsi. (mcgorontaloprov/echin)

Sumber : Info Publik

About KatalisInfo

Check Also

Bali United vs Malut United: Waspadai Teppei Yachida, Laga Krusial Pekan 28 BRI Super League

Katalisinfo.com, GIANYAR – Laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 antara Bali United FC melawan …