SEMARANG, katalisinfo.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Fashion Show Batik Nusantara bertajuk Benang Cinta Ibu dari Balik Tangan yang Menguatkan yang digelar di Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang. Kegiatan ini dirangkai dengan launching dan lelang mahakarya batik karya warga binaan perempuan.
Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan perempuan melalui karya kreatif berbasis wastra nusantara. Peragaan busana menampilkan batik hasil kolaborasi warga binaan dengan pengrajin batik serta desainer profesional, dengan dukungan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan praktisi fashion nasional.
Menurut Agustina, kegiatan ini bukan sekadar ajang peragaan busana, tetapi sarat dengan nilai kemanusiaan dan harapan. Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, lahir karya seni bernilai tinggi yang merepresentasikan ketekunan, empati, dan cinta seorang ibu sebagai tema utama.
“Ini adalah acara yang luar biasa. Sebuah fashion show yang bergengsi dengan desainer berkualitas, namun memiliki pesan sosial yang sangat kuat. Di sinilah cinta kepada ibu dan sesama diwujudkan melalui karya dan keberpihakan,” ujar Agustina.
Kegiatan tersebut juga dihadiri mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Pupayoga. Ia menegaskan bahwa masa lalu tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk bangkit dan berkontribusi bagi bangsa.
“Masa lalu jadikan pembelajaran, hari ini dijalani sebagai kehidupan, dan masa depan harus tetap menjadi harapan. Peran perempuan, termasuk warga binaan, tetap dibutuhkan dalam pembangunan bangsa dan negara,” ungkapnya.
Agustina turut mengapresiasi jajaran Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang yang dinilai berhasil menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, nyaman, dan produktif. Ekosistem tersebut mendorong warga binaan untuk terus berkarya, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
“Saya melihat harapan besar di tempat ini. Ketika warga binaan diberi ruang berkreasi dan karyanya dihargai, mereka akan lebih siap secara mental dan keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian acara juga diisi dengan peluncuran dan lelang batik masterpiece karya warga binaan, seperti motif Batik Malini Padma dan Bunga Teratai. Lelang ini menjadi simbol kepercayaan publik sekaligus dukungan nyata terhadap proses pembinaan dan kemandirian ekonomi warga binaan perempuan.
Momentum Hari Ibu ke-97 semakin memperkuat makna kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap peran perempuan dan ibu sebagai sumber kekuatan, kasih sayang, serta ketangguhan. Agustina pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.
“Selamat Hari Ibu ke-97. Perempuan-perempuan yang menginisiasi dan menyukseskan acara ini adalah sosok hebat yang karyanya menginspirasi,” tutup Agustina.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap kolaborasi lintas sektor antara lembaga pemasyarakatan, desainer, pelaku seni, dan pemerintah dapat terus berlanjut guna memperkuat pemberdayaan perempuan serta mewujudkan Kota Semarang yang inklusif, humanis, dan berkeadilan.
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya