Jakart, katalisinfo.coma – Kementerian Perindustrian meluncurkan Peta Jalan Hilirisasi Silika Tahun 2025–2045 sebagai langkah strategis mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah industri nasional. Roadmap yang disusun Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil ini diharapkan menjadi fondasi awal untuk mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto hingga 8 persen pada 2029 melalui penguatan struktur industri berbasis sumber daya domestik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa hilirisasi industri silika merupakan kunci memperkuat daya saing manufaktur dalam negeri sekaligus menciptakan dampak berganda bagi perekonomian. Ia menyampaikan bahwa pengembangan hilirisasi silika tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, menumbuhkan investasi, serta mendukung kedaulatan pangan, energi, dan sektor terkait lainnya.
Potensi bahan baku nasional menjadi modal kuat kebijakan ini. Data Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Kementerian ESDM mencatat cadangan pasir silika mencapai 7,8 miliar ton, batu kuarsa 24,8 juta ton, serta sumber daya kuarsit sekitar 1,65 miliar ton, yang menunjukkan kesiapan Indonesia mengembangkan industri silika dari hulu ke hilir.
Direktur Jenderal IKFT Taufiek Bawazier menjelaskan, hilirisasi silika mampu menghasilkan lonjakan nilai tambah signifikan. Menurutnya, solar-grade wafer silikon berpeluang meningkatkan nilai hingga 1.300 kali lipat, bahkan mencapai 27 kali lipat bila diolah menjadi electronic-grade wafer silikon. Karena itu, peta jalan ini disusun untuk mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah dan mempercepat pengembangan industri terintegrasi hingga 2045.
Secara bertahap, roadmap menargetkan penumbuhan rantai industri turunan silika mulai dari Metallurgical-Grade Silicon hingga polysilicon, pengembangan 10 kawasan industri pendukung, serta penerapan prinsip industri hijau pada 10 perusahaan industri. Keberhasilan hilirisasi juga ditopang faktor kunci seperti ketersediaan bahan baku, pasokan energi, kepastian offtaker, regulasi yang kondusif, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan termasuk kementerian dan lembaga, Bank Indonesia, asosiasi, dan pelaku usaha.
Melalui visi membangun industri antara berbasis silika untuk menopang ekosistem panel surya dan semikonduktor yang mandiri dan berdaya saing global pada 2025–2045, Kemenperin menargetkan kebijakan ini memberi dampak luas bagi seluruh pemangku kepentingan dan menghadirkan multiplier effect berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Sumber : kemenperin.go.id
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya