Delegasi Kemenlu pelajari model investasi dan industri terintegrasi di Gresik, jadi contoh diplomasi ekonomi daerah. foto: Istimewa

Delegasi Kemenlu Pelajari Investasi dan Kawasan Industri Terintegrasi di Gresik

Katalisinfo.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Mustikarasa Café ini difokuskan pada penguatan pemahaman diplomasi ekonomi berbasis potensi daerah, khususnya dalam pengembangan investasi dan industri.

Rombongan diterima langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama jajaran pemerintah daerah. Dalam forum tersebut, Gresik dipaparkan sebagai salah satu contoh kawasan industri dan logistik yang berkembang pesat di Jawa Timur.

Bupati Yani menjelaskan bahwa posisi strategis Gresik tidak lepas dari perencanaan tata ruang yang terarah serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri.

Ia menyebut keberadaan kawasan industri seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kawasan Industri Gresik (KIG), hingga kawasan Maspion menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Didukung belasan pelabuhan aktif, Gresik kini menjadi simpul penting rantai pasok industri, khususnya sektor ekspor-impor.

“Integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan menjadi keunggulan kompetitif kami dalam menarik investasi,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga memberikan insentif fiskal dan kemudahan berusaha yang meningkatkan daya tarik investor.

Dari sisi capaian, Gresik mencatat realisasi investasi sekitar Rp29,4 triliun dalam enam tahun terakhir, atau hampir 19 persen dari total investasi di Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan tren positif, disertai penurunan tingkat pengangguran.

Meski demikian, Bupati menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia tetap menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

“Pendidikan vokasi dan sertifikasi kompetensi harus diperkuat agar tenaga kerja siap memenuhi kebutuhan industri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusdiklat Kemenlu, Khasan Ashari, mengapresiasi kesempatan pembelajaran tersebut. Ia menilai pengalaman langsung di daerah sangat penting untuk memperkuat kapasitas diplomasi ekonomi para peserta.

Menurutnya, Gresik menjadi contoh nyata bagaimana daerah mampu mengembangkan investasi, industri, dan potensi ekonomi secara terintegrasi.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi bersama perangkat daerah dan Kadin Gresik, serta kunjungan lapangan ke kawasan JIIPE untuk melihat langsung implementasi integrasi industri dan pelabuhan.

Melalui kunjungan ini, diharapkan para peserta Sesdilu dapat membawa perspektif praktis dalam mempromosikan potensi daerah Indonesia di kancah internasional.(Is)

Sumber: Infopublik.id

About KatalisInfo

Check Also

Hadapi Kemarau Lebih Awal, Gresik Siapkan Droping Air dan Strategi Antisipasi Terpadu

Katalisinfo.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang diprediksi datang lebih …