Gresik siapkan droping air dan strategi terpadu hadapi kemarau lebih awal, antisipasi kekeringan di 12 kecamatan. foto: Istimewa

Hadapi Kemarau Lebih Awal, Gresik Siapkan Droping Air dan Strategi Antisipasi Terpadu

Katalisinfo.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang diprediksi datang lebih awal pada 2026. Dampak musim kemarau diperkirakan mulai terasa sejak akhir April dan mencapai puncak pada Juli hingga September.

Berdasarkan pemetaan awal, sedikitnya enam kecamatan berpotensi terdampak pada fase awal, dan dapat meluas hingga 12 kecamatan saat puncak kemarau. Kondisi ini mendorong perubahan pendekatan penanganan dari reaktif menjadi berbasis antisipasi dan data.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat dan terukur dalam menghadapi potensi krisis air bersih.

Ia meminta setiap kecamatan dan desa memahami titik rawan di wilayah masing-masing agar penanganan tidak terlambat.

“Semua harus siap dari sekarang. Tidak boleh menunggu masyarakat kesulitan baru bertindak,” tegasnya dalam rapat koordinasi di lingkungan Pemkab Gresik, Senin (20/4/2026).

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah telah menyiapkan skema distribusi air bersih darurat. Sejumlah sarana disiagakan, mulai dari lima unit truk tangki, puluhan tandon air, hingga ratusan jerigen untuk menjangkau wilayah terdampak.

Namun, keterbatasan armada menjadi tantangan dalam distribusi. Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya strategi penyaluran yang lebih presisi dan berbasis data lapangan.

Selain penanganan darurat, Pemkab Gresik juga mendorong diversifikasi sumber air melalui pemanfaatan potensi lokal serta kolaborasi dengan pihak swasta.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan droping air semata dan menjadi solusi jangka menengah.

Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat rumah tangga, termasuk menyediakan cadangan air mandiri sebagai langkah mitigasi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah rawan telah dilakukan sebagai dasar penentuan prioritas distribusi.

Penyaluran air akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan, dengan koordinasi intensif bersama pemerintah kecamatan dan desa.

Ia menyebutkan, tantangan utama saat ini adalah dukungan operasional, terutama ketersediaan bahan bakar untuk armada distribusi.

Di sisi lain, pemerintah daerah mulai mengarahkan kebijakan penanganan kekeringan ke arah yang lebih berkelanjutan, termasuk pengelolaan sumber daya air untuk mendukung sektor pertanian.

Dengan prediksi kemarau yang lebih panjang dan luas, tahun ini menjadi ujian kesiapan Gresik dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Pemerintah menegaskan bahwa kecepatan, ketepatan, dan kolaborasi menjadi kunci utama agar krisis air dapat diantisipasi sejak dini.(Is)

Sumber: Infopublik.id

About KatalisInfo

Check Also

Delegasi Kemenlu Pelajari Investasi dan Kawasan Industri Terintegrasi di Gresik

Katalisinfo.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan …