MAGELANG, 22 Desember 2025, katalisinfo — Ribuan peserta memadati kawasan Candi Borobudur untuk mengikuti Run For Solidarity, Solidaritas untuk Sumatera, acara lari amal sekaligus penggalangan dana bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan ini digelar Minggu (21/12) oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan filantropi, BUMN, dan dunia usaha.
Acara diawali dengan doa lintas iman yang dipimpin lima pemuka agama: Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu. Para peserta khusyuk memanjatkan doa agar proses evakuasi dan pemulihan korban bencana berjalan lancar.
“Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah musibah ini sebagai penghapus dosa-dosa kami, menguji keimanan dan membuka pintu rahmat. Mudahkanlah proses evakuasi dan pemulihan, berikan pertolongan-Mu ya Allah, agar Sumatera bangkit dan kembali kuat,” ucap Khalid, pemuka agama Islam saat memimpin doa.
Doa kemudian dilanjutkan secara berturut-turut oleh Agung Riyanto (Kristen), Sigit B.S. (Katolik), Sutrisno (Buddha), dan Jero Gede I Wayan Kadek (Hindu).
Usai doa, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Penasihat I DWP Kemensos Fatma Saifullah Yusuf melepas peserta untuk lari jarak 10K, 5K, dan 3K.
“Terimakasih atas partisipasinya. Hari ini adalah maraton untuk solidaritas saudara-saudara kita yang ada di Sumatera, semoga mereka segera bangkit dan hidup normal kembali seperti sedia kala,” ujar Agus Jabo.
Sepanjang rute, peserta membawa atribut seperti ikat kepala, poster, dan media kreatif lainnya untuk mengekspresikan empati. Slogan-slogan seperti Hati Kami Bersama Sumatera, Cepat Pulih Sumateraku, hingga Setiap Kilometer Adalah Kepedulian menghiasi perjalanan para pelari. Relawan juga membawa banner berisi kode QR untuk memudahkan masyarakat berdonasi secara digital.
Ratusan siswa SD turut memeriahkan kegiatan dengan yel-yel semangat dan mengibarkan bendera merah putih. Total sekitar 10 ribu peserta dari berbagai kota ikut ambil bagian, menunjukkan bahwa pemulihan bencana adalah tanggung jawab bersama.
Agung, peserta dari Jakarta, mengatakan, “Kita harus ikut mendoakan dan berdonasi terhadap teman-teman atau saudara-saudara kita di Sumatera.”
Selain lari solidaritas, kegiatan juga dimeriahkan expo pemberdayaan dan pasar rakyat, menampilkan produk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), produk Sentra Kreasi Atensi (SKA), dan layanan fisioterapi bagi peserta.
Seluruh biaya kegiatan tidak mengurangi alokasi bantuan bencana, karena bantuan telah disalurkan sebelum Run For Solidarity digelar. Dana yang terkumpul dari penggalangan donasi akan memperkuat upaya bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan wilayah terdampak di Sumatera.
Sumber ;Kemensos
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya