Workshop Ekoteologi PP PMMBN di Semarang mendorong jihad ekologis melalui diskusi dan aksi penanaman pohon. Foto : Istimewa

Workshop Ekoteologi PP PMMBN di Semarang Dorong Jihad Ekologis Lewat Aksi Nyata Tanam Pohon

SEMARANG, katalisinfo.com – Pimpinan Pusat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PP PMMBN) menggelar Workshop Ekoteologi (WOKE) sebagai upaya memperkuat kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kedokteran Kampus 2 Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Sabtu 27 Desember 2025.

Workshop yang mengusung tema Ekoteologi dan Jihad Ekologis: Refleksi Bencana Aceh-Sumatra sebagai Panggilan Kemanusiaan dan Kebangsaan tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Peserta terdiri dari jajaran Pimpinan Wilayah PMMBN Jawa Tengah, delegasi komisariat, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan. Acara dibuka dengan doa bersama untuk para korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Perwakilan panitia dari Bidang Kajian Strategis PP PMMBN, Ni’am Azhari, menegaskan bahwa workshop ini dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga mendorong aksi konkret. Selain membahas relasi spiritualitas dan krisis ekologi, peserta juga menerima bibit pohon sebagai simbol tanggung jawab menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua Umum PP PMMBN Derida Achmad Bil Haq dalam sambutannya menyampaikan bahwa krisis lingkungan akibat pembalakan liar dan deforestasi merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Ia menilai bela negara di era digital dapat diwujudkan melalui cara-cara kreatif, seperti kampanye lingkungan di media sosial, dukungan reforestasi, hingga gerakan penanaman pohon.

Menurut Derida, refleksi atas bencana di wilayah Aceh dan Sumatra menjadi pengingat bahwa kedaulatan negara tidak akan bermakna tanpa ekosistem yang terjaga. Ia menekankan pentingnya jihad ekologis sebagai komitmen kolektif untuk memastikan keberlanjutan tanah dan sumber air bagi generasi mendatang.

Sesi diskusi menghadirkan Akhmad Fauzan Hidayatullah sebagai narasumber utama. Ia mengulas krisis antroposen dan memaparkan data mengenai planetary boundaries yang menunjukkan manusia telah melampaui batas aman pengelolaan bumi. CEO CFS Environmental Institute tersebut menilai krisis ekologi berakar pada krisis moral dan spiritual manusia.

Ia juga memperkenalkan model transformasi Head, Heart, and Hands atau 3H, yang menggabungkan pemikiran sistemik, empati spiritual, serta tindakan advokasi nyata, termasuk keberanian melawan praktik industri yang merusak lingkungan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion yang membagi peserta ke dalam sejumlah kelompok untuk membahas studi kasus, mulai dari teologi antroposentris hingga tantangan industrialisasi. Diskusi ini mendorong peserta untuk merumuskan solusi kontekstual sesuai kondisi daerah masing-masing.

Sebagai penutup, PP PMMBN menyerahkan puluhan bibit pohon kepada peserta sebagai mandat moral untuk melakukan penanaman berkelanjutan di wilayah asal. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari iman sekaligus bentuk cinta tanah air.

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama M Munir menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menegaskan Kementerian Agama siap memfasilitasi dan mengawal gerakan PMMBN dari tingkat pusat hingga komisariat agar terus bergerak secara kolaboratif dan produktif.

Sumber : kemenag.go.id

About KatalisInfo

Check Also

Delegasi Kemenlu Pelajari Investasi dan Kawasan Industri Terintegrasi di Gresik

Katalisinfo.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan …