PADANG, katalisinfo.com – Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat Kota Padang tahun 2025 tampil berbeda dan lebih inklusif. Seluruh rangkaian acara yang digelar di Gedung Youth Center Padang dipandu oleh juru bahasa isyarat, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, juru bahasa isyarat tampak aktif berada di atas panggung menerjemahkan setiap informasi ke dalam bahasa isyarat, termasuk saat Wali Kota Padang menyampaikan sambutan. Kehadiran penerjemah ini memastikan penyandang disabilitas Tuli dapat mengikuti seluruh jalannya acara secara setara.
Tak hanya menampilkan atraksi seni dan kreativitas dari penyandang disabilitas, penyelenggaraan HDI kali ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang pengunjung, Eri, menilai peringatan HDI tahun ini terasa lebih ramah dan inklusif.
“Peringatan HDI kali ini terasa berbeda karena ada penerjemah bahasa isyarat,” ujarnya.
Juru bahasa isyarat yang bertugas diketahui bernama Rosy Mahersa atau akrab disapa Ochi. Perempuan berusia 24 tahun tersebut merupakan anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), organisasi nasional yang konsisten memperjuangkan kesetaraan hak dan pemberdayaan penyandang Tuli di Indonesia.
Ochi mengaku senang bisa terlibat langsung dalam peringatan HDI Tingkat Kota Padang. Menurutnya, momentum Hari Disabilitas Internasional selalu menjadi ajang yang dinantikan karena membuka ruang interaksi langsung dengan komunitas disabilitas.
“Momentum Hari Disabilitas Internasional selalu saya tunggu karena bisa bertemu langsung dengan teman-teman disabilitas,” ungkapnya.
Meski sempat merasa gugup saat tampil di atas panggung, Ochi menyebut dukungan dari komunitas Tuli yang hadir membuatnya semakin percaya diri menjalankan perannya sebagai juru bahasa isyarat.
Lulusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Padang ini mulai mendalami bahasa isyarat sejak 2021 melalui program kampus yang bekerja sama dengan Gerkatin. Ia menegaskan bahwa menjadi juru bahasa isyarat membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab tinggi, karena setiap pesan harus disampaikan secara tepat dan utuh.
“Tantangannya ketika lupa kosakata isyarat. Jika itu terjadi, saya biasanya langsung bertanya kepada teman-teman Tuli apakah isyarat yang saya sampaikan sudah dipahami. Jika belum, saya ulangi. Mereka juga selalu membantu,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Ochi berharap peringatan Hari Disabilitas Internasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat pentingnya kepedulian terhadap penyandang disabilitas serta upaya bersama untuk menghapus stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat.
Sumber : Info Publik
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya