Redelong, Katalis Info – Kabupaten Bener Meriah mencatat perkembangan positif dalam upaya pengentasan kemiskinan menjelang tahun anggaran 2025. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di daerah tersebut diperkirakan turun signifikan dari 18,18 persen pada 2024 menjadi 16,20 persen di 2025.
Penurunan ini mencerminkan efektivitas program perlindungan sosial, bantuan pemerintah, serta berbagai intervensi ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah. Kepala BPS Bener Meriah, Devi Indirastuti, melalui Staf Bidang Publikasi Taufik menyebut capaian ini sebagai sinyal positif bagi pembangunan daerah.
“Jika dilihat dari segi kemiskinan, kita melihat tren positif yang jelas karena adanya penurunan persentase kemiskinan,” ujarnya saat diwawancarai di Ruang Lobby BPS, Kamis (13/11/2025).
Namun, di balik capaian menggembirakan tersebut, BPS memberikan catatan serius terkait kondisi deflasi yang terjadi pada awal November. Indeks Perubahan Harga (IPH) mencatat deflasi minus 3,42 persen, terutama dipicu penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah—yang turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 akibat panen raya—serta beras dan daging ayam.
Deflasi berkepanjangan dinilai berpotensi menekan aktivitas ekonomi akibat melemahnya permintaan masyarakat. “Inflasi yang aman berada di kisaran 1,5 sampai 3,5 persen. Terkadang kita justru membutuhkan inflasi yang terkontrol karena itu menunjukkan adanya permintaan dan perputaran ekonomi yang baik,” jelas Taufik.
BPS menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis agar tren penurunan kemiskinan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Sumber : Infopublik
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya