Sambas, katalisinfo.com — Pemerintah Kabupaten Sambas menerima kunjungan Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizami Karsayuda, beserta tim lengkap di Kantor Bupati Sambas, Rabu (26/11/2025). Kunjungan ini mendapat apresiasi khusus dari Bupati Sambas, Satono, yang menilai kehadiran Komisi II menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat terhadap wilayah perbatasan.
Menurut Bupati Satono, kunjungan tim lengkap Komisi II merupakan hal yang sangat jarang terjadi dalam sejarah Sambas.
“Saya mendapat laporan dari Sekda. Sepanjang sejarah Kabupaten Sambas, rasanya belum pernah kita dikunjungi tim Komisi II DPR RI secara lengkap bersama ketuanya,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan potensi Sambas sebagai pintu depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sekaligus menyampaikan kondisi masyarakat perbatasan yang masih memerlukan dukungan intensif dari pemerintah pusat.
“Kita patut bangga dan berterima kasih kepada Ketua Komisi. Melalui beliau, komunikasi kami dengan pemerintah pusat menjadi lebih langsung,” ucapnya seraya menegaskan respons cepat Komisi II terhadap berbagai persoalan perbatasan.
Bupati berharap kunjungan tersebut menjadi momentum percepatan pembangunan Sambas, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizami Karsayuda, menegaskan bahwa kedatangannya bukan semata agenda formal, melainkan untuk melihat langsung kondisi faktual di lapangan.
“Hari ini kami datang dengan niat baik untuk mengetahui kondisi lapangan di wilayah perbatasan negara kita,” katanya.
Ia menilai posisi Sambas sangat strategis sebagai etalase Indonesia di hadapan Malaysia, sehingga pembangunan perbatasan harus menjadi prioritas nasional. Komisi II, kata Rifqinizami, berkomitmen mendorong pemerintah memberikan intervensi dan politik afirmasi, baik dari sisi anggaran maupun program.
Menurutnya, masih ada beberapa pemerintah daerah perbatasan yang belum maksimal menyampaikan kebutuhan program kepada pusat. Untuk itu, pihaknya akan mengambil langkah lanjutan melalui Panja Perbatasan Wilayah Negara.
“Melalui Panja, kami akan memanggil kepala daerah yang wilayahnya merupakan perbatasan. Kami ingin menjembatani kepentingan daerah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan pembangunan antara Indonesia dan negara tetangga yang dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Jika dibiarkan jomplang, bukan batasnya yang berpindah, tetapi warganya yang bergeser. Itu sama saja mempertaruhkan kedaulatan negara.”
Dalam forum yang sama, Rifqinizami mengungkapkan rendahnya kapasitas fiskal Sambas yang masih sangat bergantung pada transfer keuangan pusat. Namun, ia mengapresiasi kepemimpinan Bupati Satono yang dinilai aktif memperjuangkan kebutuhan daerah.
“Pak Bupati ini luar biasa. Rendah hati dan mau datang ke mana pun demi memperjuangkan kebutuhan daerahnya,” ujarnya.
Komisi II menegaskan dukungannya agar program-program pusat dan alokasi APBN dapat lebih besar diarahkan ke Sambas demi mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan.
(MC Kabupaten Sambas/PIKP)
Sumber : InfoPublik
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya