Menteri UMKM Maman Abdurrahman meluncurkan Klinik UMKM Bangkit di Aceh Tamiang untuk mempercepat pemulihan UMKM terdampak bencana. foto: Dok UMKM

Kunjungi Aceh Tamiang, Menteri Maman Resmikan Klinik UMKM Bangkit untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Katalisinfo.com, Aceh Tamiang — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meluncurkan Klinik UMKM Bangkit saat kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (30/12/2025). Klinik ini menjadi sentral layanan pengaduan dan bantuan usaha bagi UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Maman menjelaskan, Klinik UMKM Bangkit dibentuk untuk mempercepat pemulihan ekonomi UMKM paling lama dalam jangka waktu satu tahun. Tahap awal berupa pemetaan UMKM terdampak akan berlangsung hingga Maret 2026 dan dikomandoi langsung oleh pemerintah daerah setempat.

“Dikomandani pemerintah daerah, klinik ini bertugas mengurus layanan pembiayaan, memastikan UMKM terdampak yang memiliki tanggungan kredit di bank mendapatkan relaksasi pinjaman sekaligus kecukupan modal usaha,” ujar Maman.

Selain layanan pembiayaan, Klinik UMKM Bangkit juga difungsikan sebagai pusat perbelanjaan produk lokal. Produk-produk UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan dipasarkan baik di dalam maupun luar provinsi, guna menghidupkan kembali roda ekonomi wilayah terdampak bencana.

Tak hanya itu, klinik juga menyediakan layanan produksi bagi UMKM yang aktivitas usahanya sempat terhenti. Peralatan produksi akan difasilitasi sesuai kebutuhan agar pelaku usaha dapat kembali beroperasi.

“Klinik ini kita buat untuk melakukan pemetaan sekaligus mencari solusi agar UMKM di tiga provinsi, terutama di Aceh Tamiang, bisa hidup dan bangkit kembali,” tegasnya.

Menteri Maman juga mengimbau pelaku UMKM terdampak bencana agar tidak terlalu terbebani persoalan utang usaha. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai kebijakan relaksasi kredit.

“Kementerian UMKM bersama Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan OJK menyiapkan perangkat aturan agar UMKM yang memiliki kredit di bank memperoleh keringanan dan relaksasi,” ujarnya.

Klinik UMKM Bangkit direncanakan berdiri di delapan titik di tiga provinsi. Di Aceh, klinik berada di Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Di Sumatera Utara berlokasi di Medan dan Tapanuli Tengah, sementara di Sumatera Barat berada di Padang. Meski tersebar, setiap klinik akan melayani UMKM di wilayah sekitarnya.

“Saya mohon Klinik UMKM Bangkit ini dijadikan rumah tempat berkumpulnya para UMKM di Aceh Tamiang. Jadikan tempat mencari solusi hingga ekonomi kembali normal,” kata Maman.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan mulai mereaktivasi Pasar Pagi Kuala Simpang. Sebanyak 140 tenda bantuan disiapkan sebagai tempat berjualan sementara dan akan ditambah sekitar 200 tenda agar lebih banyak pedagang bisa kembali beraktivitas.

“Silakan diatur dan dimanfaatkan dengan baik. Jaga kebersamaan,” pesan Menteri Maman.

Kunjungan kerja tersebut juga diisi dialog langsung dengan pelaku UMKM, didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Aceh Zulkifli, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis.

Menteri Maman menyampaikan apresiasi atas ketabahan dan semangat masyarakat Aceh Tamiang di tengah situasi bencana.

“Peristiwa ini bisa kita hadapi dengan persatuan dan pikiran positif. Ini menjadi penyemangat bagi kami di pemerintahan untuk bekerja lebih giat memastikan masyarakat kembali berdaya,” tuturnya.

sumber: UMKM

About KatalisInfo

Check Also

Delegasi Kemenlu Pelajari Investasi dan Kawasan Industri Terintegrasi di Gresik

Katalisinfo.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan …