Katalisinfo.com, Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan industri terkemuka di Turki. Pertemuan ini digelar untuk memperkuat kerja sama manufaktur, menarik investasi langsung, dan membuka keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.
Menurut Menperin, pertemuan ini menjadi langkah awal membangun roadmap strategis kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua negara. “Kami ingin kemitraan industri ini mendorong kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia dan Turki,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Karadeniz Holding, perusahaan Turki yang bergerak di energi, keuangan, real estate, kapal, dan logistik, Menperin menerima ketertarikan mereka untuk bekerja sama di shipyard dan penyediaan powership, termasuk dukungan proyek energi di Batam.
Sementara itu, Kale Group, produsen keramik dan bahan bangunan terbesar di Turki, berpotensi mendukung pembangunan tiga juta rumah rakyat di Indonesia. Selain itu, Kale Group memiliki portofolio di industri pertahanan dan dirgantara, yang juga dapat dikembangkan melalui kerja sama bilateral.
Perusahaan pangan Turki, Erisler, yang sebelumnya menyalurkan tepung terigu untuk pakan hewan, berkomitmen memperluas kerja sama di sektor industri makanan, sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian industri pangan nasional.
Dalam pertemuan dengan Tümosan, produsen traktor dan mesin diesel, Menperin menekankan peluang kerja sama terkait ketahanan pangan nasional. Pemerintah memberikan jaminan pasar melalui kebijakan TKDN 40 persen, sehingga produk alat mesin pertanian Turki dapat terserap di pasar domestik.
Menperin menegaskan, Indonesia bisa menjadi hub perdagangan regional untuk produk Turki di Asia. Posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi besar dan berbagai perjanjian dagang, termasuk dengan Australia, mendukung peluang ini.
Manfaat kemitraan ini, menurut Agus, mencakup:
-
Masuknya investasi langsung Turki ke sektor manufaktur nasional.
-
Kolaborasi teknologi dan riset bersama untuk meningkatkan daya saing industri.
-
Keterlibatan industri Indonesia dalam rantai pasok global, memperkuat posisi sebagai pemain manufaktur internasional.
“Dengan fasilitas produksi dari perusahaan Turki, daya serap tenaga kerja meningkat, industri nasional lebih kompetitif, dan akses ke pasar global lebih luas. Pemerintah siap mendukung agar kerja sama ini terwujud,” pungkas Menperin.
sumber: Kemenperin
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya