Katalisinfo.com, Kalsel – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau posko pengungsian banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (4/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar 218 jiwa dari 79 kepala keluarga yang masih bertahan di pengungsian.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa penanganan banjir dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Banjar, serta dukungan TNI dan Polri. Pemerintah menyiapkan dapur umum, logistik, layanan pengungsian, hingga dukungan psikososial agar warga terdampak tetap terlindungi.
“Kita melihat langsung kondisi saudara-saudara kita di pengungsian, termasuk dapur umum dan fasilitas yang tersedia. Ini adalah kerja bersama antara Kemensos, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pada fase tanggap darurat, Kemensos menyalurkan berbagai bantuan logistik seperti makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, hingga kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, layanan dukungan psikososial juga diberikan untuk membantu pengungsi, khususnya anak-anak, menghadapi dampak trauma pascabencana.
Pemerintah, lanjut Gus Ipul, memiliki mekanisme penanggulangan bencana yang berjenjang, mulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan asesmen bersama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Untuk korban meninggal dunia, ahli waris menerima santunan Rp15 juta. Sementara korban luka berat mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta,” jelasnya.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan ke dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat langsung dibangun kembali.
Setelah warga menempati huntara atau hunian tetap (huntap), Kemensos akan menyalurkan bantuan lanjutan berupa bantuan pengisian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga, jaminan hidup Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, serta bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga.
“Bantuan isian rumah dan pemberdayaan ekonomi diberikan satu kali, sedangkan jaminan hidup disalurkan selama tiga bulan,” terang Gus Ipul.
Berdasarkan data awal Pemerintah Kabupaten Banjar, lebih dari seribu keluarga atau sekitar 4.000 jiwa terdampak banjir. Data tersebut masih terus diverifikasi untuk menentukan tingkat kerusakan dan jenis bantuan yang tepat sasaran.
Dalam kunjungan itu, Gus Ipul juga meninjau dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dapur umum tersebut memproduksi lebih dari 5.000 porsi makanan setiap hari dan menjadi salah satu dari tiga titik layanan pangan bagi pengungsi banjir di Kabupaten Banjar.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia juga ikut memberikan layanan dukungan psikososial dengan menghibur anak-anak pengungsi melalui kegiatan bernyanyi dan berpantun, menciptakan suasana hangat di tenda pengungsian.
Salah satu pengungsi, Masjulia (45), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran pemerintah dan para relawan.
“Selama di sini kami sangat terbantu, terutama soal makan, minum, kasur, selimut, dan sembako,” ujarnya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Muhammad Hidayatullah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan M. Syarifuddin, Wakil Bupati Banjar Said Idrus, Sekretaris Kabupaten Banjar Yudi Andrea, serta jajaran pejabat Kementerian Sosial.
sumber: Kemensos
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya