Sumbar, Katalis Info — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat komitmennya mempercepat program peremajaan (replanting) sawit rakyat sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan petani. Salah satu indikator keberhasilan awal terlihat dari panen perdana kebun plasma Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis di Kabupaten Agam, yang merupakan bagian dari replanting bertahap sejak 2021.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan bahwa sektor perkebunan—khususnya kelapa sawit—menjadi pilar penting pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, Pemprov memastikan seluruh pelaksanaan replanting mengikuti standar teknis, termasuk penggunaan bibit unggul untuk menjamin produktivitas yang optimal.
“Pemerintah provinsi akan memastikan setiap kebun yang diremajakan menggunakan bibit terbaik agar hasilnya optimal,” ujar Mahyeldi saat menghadiri panen perdana di Agam, Kamis (13/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa replanting merupakan bagian dari agenda nasional dalam memperkuat hilirisasi. Sawit menjadi kontributor besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar, terutama dari perkebunan rakyat yang jumlahnya dominan.
“Sekitar 57 persen masyarakat kita bekerja di sektor seperti ini. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan replanting baik di perusahaan maupun kebun plasma,” lanjutnya.
Bupati Agam Benni Warlis menilai panen perdana ini sebagai bukti bahwa pendampingan teknis dan dukungan pemerintah daerah mampu mempercepat peningkatan produktivitas kebun rakyat.
“Semoga ini menjadi penyemangat baru bagi petani. Dalam tiga atau empat tahun ke depan, kita berharap hasilnya semakin baik,” ujarnya.
Dari sisi perusahaan, Manager PT AMP Plantation Low Kim Seng menyampaikan bahwa meski masih menghadapi tantangan, potensi pengembangan sawit rakyat di Agam sangat besar. Ia menekankan perlunya percepatan replanting agar petani plasma dapat segera menikmati hasil kebun yang lebih produktif.
Sementara itu, Ketua KPS Tompek Tapian Kandis Madin Efendi menyebut panen perdana ini sebagai bukti bahwa kebijakan replanting berdampak langsung bagi petani. Koperasi berkomitmen meningkatkan profesionalisme pengelolaan kebun dan memperkuat pembinaan anggota.
Pemprov Sumbar memastikan percepatan replanting terus diprioritaskan melalui pendampingan teknis, konsolidasi lahan, penyediaan bibit unggul, serta kemitraan pemerintah, perusahaan, dan petani. Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi peningkatan daya saing sawit rakyat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Foto : Istimewa
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya