Taman Pintar Yogyakarta merayakan HUT ke-17 dengan Festival Edukasi dan Charity, menghadirkan zona edukasi baru, konsep inklusif, serta menargetkan 5.000 pengunjung per hari saat liburan Nataru. foto: Istimewa

Taman Pintar Yogyakarta Rayakan Usia 17 Tahun, Dari Festival Edukasi hingga Transformasi Wisata Inklusif

Katalisinfo.com, Yogyakarta – Tujuh belas tahun bukan sekadar angka bagi Taman Pintar Yogyakarta. Usia ini menjadi penanda perjalanan panjang sebuah ruang belajar yang tumbuh bersama generasi, sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali perannya sebagai destinasi wisata edukatif yang inklusif dan relevan dengan zaman.

Perayaan ulang tahun ke-17 yang dikemas dalam Festival Edukasi dan Charity berlangsung meriah. Anak-anak, keluarga, hingga komunitas pendidikan memadati area Taman Pintar sejak pagi. Pertunjukan seni, permainan edukatif, hingga atraksi panggung menjadi pintu masuk yang hangat untuk mengajak pengunjung belajar dengan cara yang menyenangkan.

Foto: Istimewa

Namun, perayaan ini bukan semata soal hiburan. Di balik kemeriahan, Taman Pintar menampilkan wajahnya sebagai ruang publik yang memberi makna. Kegiatan charity yang melibatkan anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi pengingat bahwa belajar adalah hak semua orang.

Di ruang yang sama, kolaborasi dengan berbagai pihak menghadirkan edukasi kesehatan, literasi sains, hingga kampanye kepedulian sosial yang bisa diakses siapa saja.

Memasuki usia ke-17, Taman Pintar juga memperkenalkan sejumlah zona tematik baru yang dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran masa kini. Zona Jelajah Laut Nusantara, hasil kolaborasi dengan Cedea, mengajak pengunjung menyelami kekayaan bahari Indonesia.

Foto: Istimewa

Dari ekosistem laut hingga pesan pelestarian lingkungan, anak-anak diajak memahami laut sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

Kesadaran akan hidup sehat dan berkelanjutan dihadirkan melalui Zona Kebaikan Hidup bersama Aqua. Zona ini menjadi ruang refleksi sederhana tentang kebiasaan sehari-hari, dari pentingnya menjaga hidrasi hingga kepedulian terhadap lingkungan, yang dikemas dengan bahasa visual yang ramah anak.

Foto: istimewa

Sementara itu, Zona Meteorologi yang dikembangkan bersama Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta menghadirkan pembelajaran sains yang dekat dengan kehidupan. Di sini, cuaca dan iklim tidak lagi terasa abstrak, melainkan sesuatu yang bisa dipahami dan diantisipasi sejak dini.

Pengalaman belajar ini dilengkapi oleh Zona Taman Air Menari dari DoReMi, yang memadukan air, musik, dan gerak sebagai medium ekspresi dan stimulasi kreativitas.

Kepala UPT Taman Pintar Yogyakarta, Karmila, menuturkan bahwa usia 17 tahun menjadi fase penting untuk terus beradaptasi. Pembaruan wahana dan pendekatan pembelajaran dilakukan agar Taman Pintar tetap relevan bagi generasi Z dan generasi alfa, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang belajar berbasis pengalaman.

Foto: Istimewa

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Taman Pintar juga bersiap menyambut lonjakan pengunjung. Jam operasional diperpanjang, dengan target kunjungan hingga 5.000 orang per hari. Bagi pengelola, angka tersebut bukan sekadar capaian statistik, melainkan indikator bahwa ruang belajar ini masih dipercaya dan dicintai publik.

Di usia ke-17, Taman Pintar Yogyakarta tak hanya merayakan perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga membuka lembaran baru. Sebuah komitmen untuk terus menjadi ruang belajar yang hidup, tempat bermain, berpikir, dan bertumbuh bersama generasi masa depan.

About KatalisInfo

Check Also

KemenHAM Perkuat Kapasitas Komunitas di Gorontalo, Dorong Peran Aktif dalam Isu HAM

Katalisinfo.com, Gorontalo – Kementerian Hak Asasi Manusia melalui Kantor Wilayah Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo …