Jakarta, Katalis Info.com — Kemenperin dan Kemenpora memperkuat langkah kolaboratif untuk memajukan industri olahraga nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergitas Pengembangan Industri Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan, Selasa (25/11/2025).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kerja sama ini bertujuan memperkokoh struktur industri olahraga Indonesia, mulai dari alat olahraga, apparel, hingga sepatu.
“Industri olahraga Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi baru. Kinerja ekspor tumbuh, kualitas produk meningkat, dan standardisasi semakin siap bersaing global,” ujar Agus.
Data terbaru menunjukkan industri alat olahraga Indonesia mencatat pertumbuhan positif. Pada 2024, ekspor meningkat 4,6% menjadi USD 275,3 juta, dan hingga September 2025 mencapai USD 222,3 juta, naik 11,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Produk Indonesia kini menembus pasar Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Tiongkok.
Terdapat 128 unit industri alat olahraga di Indonesia, menyerap lebih dari 15.600 tenaga kerja, tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bali, dan Pulau Jawa sebagai basis produksi utama. Selain alat olahraga, subsektor apparel dan sepatu olahraga juga menjadi penyumbang PDB dan ekspor signifikan, termasuk industri sepatu olahraga dengan nilai ekspor USD 3,06 miliar pada Januari–Agustus 2025.
Kemenperin mendorong pelaku industri menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memanfaatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 65% untuk produk bola, raket, shuttlecock, gymnastik, dan peraga pendidikan. Kebijakan ini bertujuan memperkuat kualitas, daya saing, dan perlindungan konsumen.
“Proses sertifikasi SPPT SNI kami buat selektif untuk melindungi industri dalam negeri sekaligus memastikan produk aman, berkualitas, dan kompetitif,” tegas Menperin.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan apresiasi atas upaya Kemenperin, menekankan pentingnya regulasi adaptif untuk mendukung inovasi dan pertumbuhan industri.
“Deregulasi ini jangan mengekang, justru mensupport ekosistem industri agar pelaku usaha bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan rantai pasok, pengembangan SDM melalui pelatihan dan pemagangan, integrasi data dan teknologi, promosi produk lokal, serta pengembangan kawasan industri tematik olahraga. Sinergi ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, mencakup peningkatan kualitas SDM, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan hilirisasi industri nasional.
Dengan kolaborasi ini, Kemenperin optimistis industri olahraga nasional akan lebih mandiri, inovatif, dan mampu menembus pasar ekspor, sekaligus mendukung pelaku IKM, komunitas olahraga, dan atlet di seluruh Indonesia.
Sumber : Kemenperin
Katalis Info – AKtual,Informatif,Terpercaya Aktual,Informatif.Terpercaya